MAKALAH
Mari...
SEJARAH INDONESIA
Kerajaan-kerajaan islam di Indonesia
Oleh:
Fitria ma’rufah (12)
Kelas
x ipa 4
DAFTAR
ISI:
1.
Daftar isi
2.
BAB I
PENDAHULUAN
3.
BAB II
PEMBAHASAN
4.
BAB III
PENUTUP
Bab
I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Islam lahir di jazirah arab.Islam
berkembang sampai ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari arab, persi,
Gujarat,sekitar abad ke-7 hingga abad ke-8. Islam diterima dengan baik dan
berkembang dengan pesat di Indonesia. Faktor pendorong islam cepat berkembang
di Indonesia:
1.
syarat masuk islam muda
2.
islam bersifat terbuka
3.
tidak mengenal sistem kasta
4.
di sebarkan secara damai
5.
upacara sederhana dan biaya murah
6.
runtuhnya kerajaan Majapahit
Di Pulau Jawa, ada Sembilan tokoh penyebar
agama islam yang di kenal sebagai wali sanga(wali Sembilan). Peranan wali sanga
antara lain:
1.
sebagai penyebar agama islam
2.
pendukung berdirinya kerajaan islam
3.
penasehat raja
4.
pendukung berkembangnya kebudayaan daerah yang di sesuaikan dengan islam
B.
Rumusan Masalah
Rumusan
masalah dalam makalah ini adalah apa saja kerajaan kerajaan islam yang
berkembang di Indonesia dan bagaimana pemerintahanya.
C.
Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah :
-mengetahui apa saja kerajaan kerajaan
islam yang berkembang di Indonesia dan bagaimana pemerintahanya
-Melaksanankan tugas yang di berikan guru
sejarah Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
A.Kerajaan
kerajaan islam di Indonesia
Beberapa kerajaan yang pernah berdiri di Indonesia
adalah:
1. Kerjaan
Perlak
Perlak adalah kerajaan tertua di
Indonesia. Kerajaan ini berdiri tahun 840-1292 M karena bergabung dengan
kerajaan Samudra Pasai. Terdapat 19 orang raja yang memerintah. Raja pertama
Stan Alaidin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah (225-249H/840-964M). Pada tanggal 1
Muharram 225 H Sayyid Abdul Aziz dinobetkan sebagai Sultan setelah pengangkatan
ini Perlak menjadi Bandar Khalifah. Kerajaan Perlak didukung oleh adanya sumber
sejarah (Ahmad Hasyimi 1989).
2. Kerajaan
Samudra Pasai
Kerajaan ini didirikan leh Sultan Malik
AsSaleh dan sekaligus sebaga raja pertama pada abad ke 13. Kerajaan Samudra
Pasai terletak di sebelah utara Perlak di daerah Lok Sumawe (Pantai Timur
Aceh).
Raja yang pernah memerintah adalah:
a.Sultan Malik As Saleh
b.Sultan Muhammad atau Sultan Malik At
Tohir I (1297-1326M)
c.SultN Malik At Tohir II (1326-1348M)
3. Kerajaan
Malaka
Raja pertama kerajaan Malaka pertama
adalah adalah Iskandar Syah. Dia adalah pangeran dari kerajaan Majapahit yang
melarikan diri setelah Majapahit kalah pada perah Paregreg. Nama aslinya adalah
Parameswara. Ia melarikan diri ke Semenanjung Malaka dan membangun Kerajaan
Malaka. Berkembangnya kegiatan pelayaran Malaka banyak didukung pedagang Arab
dan India pada masa kera menjadi kerajaan islam terbesar yang disegani kerajaan
di sekitarnya selama memerintah beliau berhasil memajukan bidang perdagangan
dan pelayaran.Dan ia juga berhasil menguasai jalur perdagangan di kawasan selat
malaka dengan taktik pernikahan politik. Sultan Mudzafat Syah (1424-1458 M). Ia
menggantikan Muhammad Iskandar Syah setelah menyingkirkannya dari tahta
Kerajaan Malaka melalui sebuah kemelut politik. Sultan Mudzafat Syah juga
berhasil memperluas kekuasaannya hingga ke Pahang, Indragiri, dan Kampar. Setelah
Sultan Mudzafat Syah wafat, ia digantikan oleh putranya Sultan Mansyur Syah.
Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Malaka berhasil menguasai kerajaan Siam
sebagai bagian taktik memperluas wilayah kekuasaan dan mengokohkan kebesarannya
di antara kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya.
4. Kerjaan
Aceh
Kerajaan yang didirikan oleh Sultan
Ibrahim yang bergelar Ali Mughayat Syah (1514-1528). Pusat pemerintahan
Kerajaan Aceh ada di Kutaraja (Banda Acah sekarang). Corak pemerintahan di Aceh
terdiri atas dua sistem: pemerintahan sipil di bawah kaum bangsawan, disebut
golongan teuku; dan pemerintahan atas dasar agama di bawah kaum ulama, disebut
golongan tengku atau teungku. Aceh mencapai jaman keemasan di bawah pemerintah
Sultan Iskandar Muda (1607-1936 M ). ia adalah orang yang cakap dan pemeluk
Islam yang taat. Wilayah di Semenanjung Malaya, seperti Johor, Kedah, pahang
berhasil dikuasai. Demikian juga daerah Perlak, Pulau Bintan dan Nias. Iskandar
muda bersikap anti penjajah. Ia bercita-cita dapat mengusir Portugis dari
Malaka. Oleh sebab itu Iskandar Muda beberapa kali menyerang Portugis di
Malaka. Contoh, tahun 1629, ia melakukan serangan besar-besaran ke Malaka.
Namun karena persenjataan yang tidak seimbang belum berhasil. Portugis pun juga
menyerang dan berusaha menguasai Aceh, namun selalu dapat dipukul mundur oleh
tentara Aceh. Pada masa kekuasaan Iskandar Muda disusun suatu Undang-undang
tentang tata Pemerintah. Undang- undang itu disebut Adat Mahkota Alam. Tahun
1636 Sultan Iskandar Muda Wafat kemudian digantikan Sultan Iskandar thani.
Sultan Iskandar Thani (1936-1641 M). Belanda sudah berhasil menguasai Malaka.
Lama kelamaan Belanda pun berhasil memasukkan pengaruhnya ke Aceh. Peninggalan
sejarah dari kerajaan Aceh antara lain berupa koin emas, stempel kerajaan,
makam Sultan Iskandar Muda, Rencong, juga beberapa karya sastra. Dalam bidang
kesusasteraan dan ilmu agama, Aceh telah melahirkan beberapa ulama ternama,
yang karangan mereka menjadi rujukan utama dalam bidang masing-masing, seperti
Hamzah Fansuri dalam bukunya Tabyan Fi Ma'rifati al-U Adyan, Syamsuddin
al-Sumatrani dalam bukunya Mi'raj al-Muhakikin al- Iman, Nuruddin Al-Raniri
dalam bukunya Sirat al- Mustaqim, dan Syekh Abdul Rauf Singkili dalam bukunya
Mi'raj al-Tulabb Fi Fashil.
5. Kerajaan
Demak
Kerajaan Demak dan Kerajaan Pajang Demak
adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan yang didirikan oleh Raden
Patah ini pada awalnya adalah sebuah wilayah dengan nama Glagah atau Bintoro
yang berada di bawah kekuasaan Majapahit. Majapahit mengalami kemunduran pada
akhir abad ke-15. Kemunduran ini memberi peluang bagi Demak untuk berkembang
menjadi kota besar dan pusat perdagangan. . Dengan bantuan para ulama
Walisongo, Demak berkembang menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa dan
wilayah timur Nusantara. Sebagai kerajaan, Demak diperintah silih berganti oleh
raja-raja. Demak didirikan oleh Raden Patah (1500-1518) yang bergelar Sultan
Alam Akhbar al Fatah. Raden Patah sebenarnya adalah Pangeran Jimbun, putra raja
Majapahit. Pada masa pemerintahannya, Demak berkembang pesat. Daerah
kekuasaannya meliputi daerah Demak sendiri, Semarang, Tegal, Jepara dan
sekitarnya, dan cukup berpengaruh di Palembang dan Jambi di Sumatera, serta
beberapa wilayah di Kalimantan. Karena memiliki bandar-bandar penting seperti
Jepara, Tuban, Sedayu, Gresik. Raden Patah memperkuat armada lautnya sehingga
Demak berkembang menjadi negara maritim yang kuat. Dengan kekuatannya itu,
Demak mencoba menyerang Portugis yang pada saat itu menguasai Malaka. Demak
membantu Malaka karena kepentingan Demak turut terganggu dengan hadirnya
Portugis di Malaka. Namun, serangan itu gagal. Dalam bidang budaya banyak hal
yang menarik yang merupakan peninggalan dari kerajaan Demak. Salah satunya
adalah Masjid Demak, di mana salah satu tiang utamanya terbuat dari
pecahan-pecahan kayu yang disebut Soko Tatal. Masjid Demak dibangun atas
pimpinan Sunan Kalijaga. Di serambi depan Masjid (pendopo) itulah Sunan
Kalijaga menciptakan dasar- dasar perayaan Sekaten (Maulud Nabi Muhammad Agung
Demak memperlihatkan adanya wujud akulturasi kebudayaan Indonesia Hindu dengan
kebudayaan Islam.
6. Kerjajaan
Mataram
Kerajaan Mataram Sutawijaya yang
mendapat limpahan Kerajaan Pajang dari Sutan Benowo kemudian memindahkan pusat
pemerintahan ke daerah kekuasaan ayahnya, Ki Ageng Pemanahan, di Mataram.
Sutawijaya kemudian menjadi raja Kerajaan Mataram dengan gelar Panembahan
Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama. Pemerintahan Panembahan Senopati
(1586-1601) tidak berjalan dengan mulus karena diwarnai oleh
pemberontakan-pemberontakan. Kerajaan yang berpusat di Kotagede (sebelah
tenggara kota Yogyakarta sekarang) ini selalu terjadi perang untuk menundukkan
para bupati yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Mataram, seperti Bupati
Ponorogo, Madiun, Kediri, Pasuruan bahkan Demak. Namun, semua daerah itu dapat
ditundukkan. Daerah yang terakhir dikuasainya ialah Surabaya dengan bantuan
Sunan Giri.
7.
Kerajaan banten
Kerajaan Banten
Kerajaan yang terletak di barat Pulau Jawa ini pada awalnya merupakan bagian
dari Kerajaan Demak. Banten direbut oleh pasukan Demak di bawah pimpinan
Fatahillah. Fatahillah adalah menantu dari Syarif Hidayatullah. Syarif
Hidayatullah adalah salah seorang wali yang diberi kekuasaan oleh Kerajaan
Demak untuk memerintah di Cirebon. Syarif Hidayatullah memiliki 2 putra
laki-laki, pangeran Pasarean dan Pangeran Sabakingkin. Pangeran Pasareaan
berkuasa di Cirebon. Pada tahun 1522, Pangeran Saba Kingkin yang kemudian lebih
dikenal dengan nama Hasanuddin diangkat menjadi Raja Banten.
8.
Kerajaan Banten
Kerajaan
yang terletak di perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah didirikan oleh
salah seorang anggota Walisongo, Sunan Gunung Jati dengan gelar Syarif
Hidayatullah. Syarif Hidayatullah membawa kemajuan bagi Cirebon. Ketika Demak
mengirimkan pasukannya di bawah Fatahilah (Faletehan) untuk menyerang Portugis
di Sunda Kelapa, Syarif Hidayatullah memberikan bantuan sepenuhnya. Bahkan pada
tahun 1524, Fatahillah diambil menantu oleh Syarif Hidayatullah.
Setelah Fatahillah berhasil mengusir
Portugis dari Sunda Kelapa, Syarif Hidayatullah meminta Fatahillah untuk
menjadi Bupati di Jayakarta. Syarif Hidayatullah kemudian digantikan oleh
putranya yang bernama Pangeran Pasarean.
9.
Kerajaan Goa
Tallo
Kerajaan yang terletak di Sulawesi
Selatan sebenarnya terdiri atas dua kerjaan: Gowa dan Tallo. Kedua kerajaan ini
kemudian bersatu. Raja Gowa, Daeng Manrabia, menjadi raja bergelar Sultan
Alauddin dan Raja Tallo, Karaeng Mantoaya, menjadi perdana menteri bergelar
Sultan Abdullah. Karena pusat pemerintahannya terdapat di Makassar, Kerajaan
Gowa dan Tallo sering disebut sebagai Kerajaan Makassar. Karena posisinya yang
strategis di antara wilayah barat dan timur Nusantara, Kerajaan Gowa dan Tallo
menjadi bandar utama untuk memasuki Indonesia Timur yang kaya rempah-rempah.
Kerajaan Makassar memiliki pelaut-pelaut yang tangguh terutama dari daerah
Bugis. Mereka inilah yang memperkuat barisan pertahanan laut Makassar. Raja
yang terkenal dari kerajaan ini ialah Sultan Hasanuddin (1653-1669).
10. Kerajaan Ternate Tidore
Kerajaan ini merupakan kerajaan Islam di timur yang
berdiri pada abad ke-13 dengan raja Zainal Abidin (1486-1500). Zainal Abidin
adalah murid dari Sunan Giri di Kerajaan Demak. Kerajaan Tidore berdiri di
pulau lainnya dengan Sultan Mansur sebagai raja. Kerajaan yang terletak di
Indonesia Timur menjadi incaran para pedagang karena Maluku kaya akan
rempah-rempah. Kerajaan Ternate cepat berkembang berkat hasil rempah-rempah
terutama cengkih.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Agama Islam
masuk ke Indonesia kira-kira sejak abad ke-7. Kerajaan-Kerajaan Islam yang
berkembang di Indonesia antara lain: Kerajaan Perlak, Kerajaan Samudra Pasai,
Kerajaan Aceh, Kerajaan Demak, Kerajaan Pajang, Kerajaan Mataram, Kerajaan
Banten, Kerajaan Cirebon, Kerajaan Goa- Tallo, Kerajaan Ternate dan Tidore.
Islam berkembang pesat di Indonesia dibuktikan dengan Agama Islam merupakan
agama yang mendominasi wilayah Indonesia. Selain itu sistem pemerintahan
kerajaan- kerajaan Islam di Indonesia termasuk dalam sistem pemerintahan
monarki, karena para penguasa masih ada ikatan keturunan.
B. Saran
Makalah ini diharapkan
dapat menjadi bahan maupun referensi pengetahuan mengenai Kerajaan-Kerajaan
Islam di Indonesia. Namun, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan,
karena melihat masih banyak hal-hal yang belum bisa dikaji lebih mendalam dalam
makalah ini.
maaf
BalasHapus